IEC SEMARANG JURNALIS TRABAS


Taklukkan Trek Menantang di IEC

Event ketrampilan mengendarai trail bertajuk ‘Indonesian Enduro Championship’ digelar di Lapangan Rindam Kodam IV Diponegoro, Sigarbencah, Tembalang, Semarang. Event otomotif ini mampu menyedot perhatian peserta. Cukup banyak pembalap dari Semarang dan sekitarnya datang untuk berlaga.Jalur di IEC cukup menantang. Malai lintasan motocross, ditambah rintangan berupa kayu gelondong, ban mobil, batu dan juga genangan air. Meski hujan terus mengguyur Kota Semarang kemarin, tak menyurutkan nyali apra pembalap untuk membuktikan diri.”Lintasannya ekstrem banget, terutama yang rintangan balok kayu. Karena hujan, licin banget, jadi sulit ditaklukkan,” kata rider dari tim Penggaron Moto Adventure, Teo Bayu. Mampu melahap dua lap hingga finish saja sudah membuat Teo puas. Terlebih, dia lolos ke babak final, yang akan dilanjutkan Minggu (19/1) hari ini. “Tadi finish ke tujuh, nomor terakhir yang masuk final besok (hari ini, Red),” tutur Teo.
Panitia kejuaraan, Noor Kholis, mengatakan pada hari pertama, kejuaraan ini diikuti oleh 267 rider, dari berbagai kota di Indonesia. Terdapat sembilan kelas, dari total 12 kelas yang dilombakan. Kholis menjelaskan, bahwa memang medan IEC ini dibuat sulit. Selain sirkuit ala motocross, pembalap diberikan jalur yang licin dan single track. Apalagi waktu itu hujan masih mengguyur Semarang tentu menambah licin. Selain jalur licin, pembalap juga diberikan rintangan yang tidak kalah sulitnya yaitu sirkuit dengan rintangan berupa jalur tanjakan dan jurang maupun kolam buatan yang disambung dengan tikungan tajam. “Variasi dan rintangan di IEC sangat menantang. Jadi skill yang mumpuni tidak cukup untuk lolos. Harus juga dibentengi dengan fisik kuat dan emosi yang stabil,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *